NewsBerita - Gara-gara menghadiri acara diskusi Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Prof. Subur Budisantoso dijemput anggota Badan Intelijen Negara (BIN). Penjemputan dilakukan menjelang diskusi yang digelar di rumah kediaman Anas Urbaningrum, di Duren Sawit, Jakarta Timur.
Kabar penjemputan Prof. Subur ini didapatkan dari moderator diskusi, M Rahmad, saat menjelaskan perihal ketidakhadiran Prof. Subur seperti video yang beredar di Youtube.

Berikut ini kutipan penjelasan M. Rahmad dari video yang berdurasi tiga menit itu"Kepada sahabat-sahabat semua, karena dua orang narasumber pada detik-detik terakhir kita mendapatkan informasi mereka berhalangan hadir, khusus untuk narasumber Profesor Subur Budisantoso kita dikabarkan tadi oleh panitia bahwa jam 9 pagi tadi beliau dijemput oleh staf BIN, kemudian ajudannya menyampaikan panitia menjemput Prof Budi langsung saja di Kalibata (kantor pusat BIN), tidak usah ke rumah. Maka panitia langsung meluncur ke Kalibata sebelum (salat) Jumat".
"Sesampainya di Kalibata, panitia tidak diperkenankan untuk bertemu dengan Prof Budi, tetapi panitia sempat berkomunikasi langsung dengan Prof Budi melalui handphone. Nah, melalui percakapan itu, disampaikan oleh Prof Budi bahwa Kepala BIN mau ketemu. Tetapi pada saat Prof Budi jam 9 pagi itu sudah di Kalibata, disampaikan oleh staf BIN kalau Kepala BIN sedang menghadap Presiden, jadi mohon ditunggu. Nah, kita tahu kalau hari ini Presiden tidak ada di Jakarta."
Video
"Nah
disampaikan lagi bahwa sesudah menghadap Presiden, nanti setelah Jumat baru Kepala BIN ketemu Prof Budi, artinya kalau sudah Jumat bersamaan dengan acara dialog pergerakan di mana Prof Budi sudah menyampaikan kesediaannya untuk hadir dalam acara dialog ini. Jadi silakan teman-teman tafsirkan sendiri kenapa Prof Budi tidak bisa hadir. Dan kabarnya beliau tidak dibenarkan tinggalkan Kalibata sebelum ketemu Kepala BIN."