NewsBerita - Kabar mengejutkan datang dari negara Arab Saudi. Negara eksportir minyak itu menolak kursi keanggotaaan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).
Seperti diungkapkan Kantor Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, pihaknya menolak selama ini Dewan Keamanan PBB selalu menerapkan politik "standar ganda" dalam mengakhiri konflik dan perang. Sehingga, perdamaian yang diharapkan semakin sulit terwujudkan.
Arab Saudi sendiri mendesak keanggotaan Dewan Keamanan segera direformasi. Meskipun anehnya negara tersebut tidak merinci reformasi yang harus dilakukan.
"Kerajaan menilai
bahwa metode, mekanisme kerja, dan standar ganda yang diterapkan di
Dewan Keamanan justru menghalangi badan tersebut menciptakan perdamaian
dunia," kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan yang
dikutip dari Kantor Berita SPA.
Sebelumnya, Dewan Keamanan terpecah menjadi dua kubu dalam penanganan perang saudara di Suriah. Negara-negara Barat mendesak diterapkannya sanksi yang lebih keras bagi Presiden Bashar al Assad sementara Rusia memveto beberapa resolusi yang diusulkan.
Arab Saudi sendiri merupakan pendukung utama kelompok gerilyawan dalam perang di Suriah. Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, dan China adalah anggota tetap Dewan Keamanan yang mempunyai hak veto. Sementara 10 negara lainnya menjadi anggota tidak tetap dengan cara rotasi.
(ant)